Cara Memelihara Cucak Ijo untuk Lomba dan Ternak

vitaminburung

Tips Memelihara Cucak Ijo untuk Lomba dan Ternak

Memelihara cucak ijo Saat ini, cucak ijo memang termasuk salah satu jenis burung peliharaan yang tidak bisa dianggap remeh popularitasnya. Burung dengan warna dominan hijau muda ini ataupun hijau daun ini cukup banyak mendominasi kelas perlombaan burung kicauan lantaran keindahan kicau yang khas. Tak hanya pada kicauan yang dimiliki saja, burung ini juga mempunyai bentuk fisik yang sangat menarik. Namun daya tarik utama yang dimiliki oleh cucak ijo sendiri terletak pada kemampuan kicau yang bervariasi antara lain ngerol, nembak, ngebren dan lain lain. Tak jarang pemilik juga melaatih kicauan lain yang membuatnya semakin unik.

Memelihara cucak ijo dan pemasteran agar mendapat kicauan yang di ingin kan?

Pada umumnya pemilik melakukan pemasteran agar mendapatkan kicauan yang diinginkan. Pemasteran yang diberikan umumnya dari suara kicau burung seperti murai, cucak jenggot, ciblek, lovebird, kenari, tengkek buto cililin dan lainnya. Namun jika Anda ingin melakukan pemasteran seperti ini, agar hasil yang didapat bisa optimal  ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan tidak bisa dilakukan secara sembarangan sebab ada beberapa faktor yang harus dicukupi, pakan misalnya.

memelihara cucak ijo

burung cucak ijo

Perawatan Harian Cucak Ijo

Untuk proses memelihara cucak ijo sebenarnya tak jauh berbeda dengan perawatan burung kicau lain pada umumnya. Burung yang umumnya berukuran 22 cm ini juga memerlukan perawatan umum seperti rutin memandikan, proses penjemuran, kebersihan dan sanitasi sangkar serta rutinitas pemberian pakan harian. Untuk pakan cucak ijo agar yang ampuh agar merangsang lekas gacor sebenarnya juga tidak terlalu rumit. Apabila Anda termasuk pemula dalam dunia burung, silakan simak beberapa tips memelihara cucak ijo untuk lomba ataupun ternak berikut ini;

Perhatikan Jenis Kelamin

Seringkali diabaikan oleh sebagian pemilik, sejak wala ada baiknya pemilik cucak ijo memperhatikan jenis kelamin burung peliharaan. Selain memudahkan perawatan massal (jika memelihara lebih dari seekor) penentuan jenis kelamin ini memudahkan dalam penentuan kualitas yang diharapkan. Cucak ijo jantan umumnya mempunyai suara kiacau yang lebih baik dibandingkan betina. Selan itu, juga memudahkan Anda dalam melatih cucak ijo tersebut.

Kandang

Banyaknya piihan sangkar yang tersedia di pasar tentunya memudahkan Anda dalam memilih sangkar sesuai kebutuhan. Ada pilihan sangkar jenis satuan untuk menampung seekor saja atau kandang persegi dengan ukuran besar untuk menampung lebih dari seekor cucak ijo. Sangkar ini pastinya juga harus dilengkapi dengan macam aksesoris antara lain wadah makan minum, tenggeran serta alas kandang jika diperlukan.

Selain itu, perhatikan pula kebersihan sangkar dengan rutin membersihkannya. Untuk menjaga kesehatan mental dan fisik, maka kebersihan sangkar menjadi hal wajib yang harus diperhatikan setiap harinya. Bermacam penyakit dan stres dapat dipicu oleh sangkar yang kurang terjaga kebersihannya. Sisa makanan, kotoran dan air dapat memicu pertumbuhan bakteri dan kuman yang dapat memicu berbagai gangguan kesehatan.

Adaptasi dan Mandi

Penting untuk membiarkan cucak ijo Anda beradaptasi dengan sangkar ataupun habitat baru dengan cara memperkenalkannya terlebih dahulu sebelum mulai menempatkannya di sangkar baru Untuk mandi harian, biasanya 2 kali sehari di pagi dan sore harinya. Sebelum memandikan, umumnya cucak ijo akan diangin-anginkan dahulu dengan cara dipindahkan ke teras lalu biarkan selama setidaknya 30 menit lalu lanjutkan dengan pemandian baik melalui cara semprot ataupun memasukkan ke karamba mandi.

Pakan

Ada beberapa jenis pakan dan diracik khusus untuk burung kicauan. Pola makan cucak ijo pun juga tak terlalu berbeda dari burung kicau lain pada umumnya dimana yang perlu diperhatikan adalah nutrisi, mineral dan vitamin. Kandungan umum yang biasanya dibutuhkan untuk burung kicau antara lain protein dan karbohidrat serta vitamin lengkap mulai dari A, B1, B2, C, D3, E dan K3. Mineral sangat dibutuhkan untuk pembentukan tulang dan komponen darah, serta membantu fungsi jantung.

  • Makanan berupa voer sebaiknya dilengkapi dengan kadar 12 hingga 18 persen protein. Umumnya voer diganti tiap 2 hari sekali tanpa harus menunggu habis baru diisi. Penggantian voer 2 hari sekali ini juga penting mengingat umumnya burung sudah tidak berminat dengan voer yang sudah lama ada dalam wadahnya membuat kebutuhan nutrisinya kuran tercukupi dengan maksimal.
  • Cucak ijo juga suka dengan makanan buah segar, seperti halnya pisang kepok putih, pepaya, tomat, apel, pir dan beberapa pilihan buah segar lainnya. Berikan buah-buahan segar dengan kandungan vitamin C untuk menjaga imunitas burung dari serangan penyakit. Pemberian buah secara rutin dapat meningkatkan metabolisme serta menunjang proses pencernaaan dengan kandungan serat alami.
  • Makanan tambahan (EF) menjadi salah satu bahan pertimbangan untuk perawatan cucak ijo Beberapa pilihan makanan tambahan cucak ijo ini antara lain kroto, belalang, jangkrik, ulat hongkong, ulat bambu, orong-orong hingga kelabang. Yang perlu diperhatikan adalah cucak ijo Anda menyukai atau berselera dengan EF yang Anda berikan tersebut.
  • Suplemen dari bahan kimia maupun jamu tradisional terkadang juga diberikan kpada cucak ijo. Namun hati-hati, pemberian yang secara asal justru dapat merugikan Anda dan burung tersebut. Pasalnya kandungan yang tidak dikomposisi secara tepat justru hanya akan dibuang oleh pencernaan burung atau parahnya justru mengancam kesehatan si burung sendiri. Berikan suplemen ini secara bijak.
memelihara cucak ijo

cucak ijo gacor

Penjemuran

Proses penjemuran sebaiknya dilakukan secara rutin untuk perawatan sehari-hari cucak ijo Anda. Setiap hari, setidaknya 30 menit dapat Anda alokasikan untuk proses penjemuran setelah mandi ini. penjemuran dapat membuat cucak ijo senantiasa bugar dan aktif. Sinar matahari pagi yang tidak terlalu menyegat juga efektif untuk menjaga daya tahan tubuhnya.

Hindari Penggangu

Pengganggu yang dimaksud di sini adalah incaran dari predator seperti kucing, ular, musang dan lain sebagainya. Keberadaan pemangsa yang selalu mengintai cucak ijo ini tentunya membuat burung mudah tertekan dan merasa takut. Pada beberapa kasus, manusia juga bisa dianggap sebagai pengganggu dan ancaman. Misalnya anak kecil yang meihat dan terlalu dekat berinteraksi teak jarang justru menakuti. Maka dari itu, usahakan untuk selalu meletakkan sangkar di lokasi yang aman dari jangkauan mereka.

Interaksi

Sesekali jangan malas untuk mengajak cucak ijo untuk bermain. Tak harus dengan hal rumit, cukup dengan sedikit menggoda saat memberi makan misalnya. Anda bisa mencoba dengan menarik ulur makanan yang akan diberikan. Seiring waktu ia akan menyadari bahwa Anda sedang mengajaknya bermain dan mulai memahami keinginan Anda tersebut. Dengan interaksi yang dibangun secara perlahan, lama kelamaan akan terjalin kedekatan emosional antara Anda dengan cucak ijo tersebut.

Pemasteran

Sebagai pemilik, wajar jika Anda menginginkan peliharaan terbaik entah dari fisik yang indah atau suara kicau yang merdu. Anda pun dapat melakukan pemasteran untuk mendapatkan kicau yang merdu tersebut. Latihanlah cucai ijo secara rutin dengan pemasteran melalui pemutaran suara-suara burung kicauan lain dari pemutar MP3.

Selain beberapa hal di atas, Anda juga dapat membangun mental bersaing cucak ijo dengan cara mengikutkan di perlombaan. Meskipun belum bisa memenangi kontes, setidaknya peliharaan Anda akan lebih bersemangat untuk berkicau lebih maksimal di rumah setelah dipertemukan dengan burung-burung kicau lainnya. Selain itu, lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin terhadap cucak ijo Anda tanpa harus menunggu munculnya masalah kesehatan tertentu.

Cara Memelihara Cucak Ijo untuk Lomba dan Ternak | Admin | 4.5