Kenali Cara Perawatan Kenari Bakalan Anda

vitaminburung

Ini dia Cara Perawatan Kenari 

Kenari adalah salah satu jenis burung yang popular diseluruh dunia. Burung jenis ini memiliki varietas dan jenis yang beragam. Meskipun begitu, bentuk perawatannya secara umum tetap sama, tidak terkecuali perawatan pada burung Kenari bakalan,  jika anda ingin nantinya si Kenari  rajin berbunyi. Sekedar info untuk teman-teman yang belum tahu, Kenari bakalan adalah burung Kenari yang masih berusia 3-5 bulan.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat kita mendapatkan Kenari bakalan, yaitu jenis kelaminnya. Jenis kelamin burung tersebut harus jantan, jika kita ingin burung tersebut memiliki dan mengeluarkan suara yang variatif. Bukanlah hal yang gampang mengetahui jenis kelamin pada Kenari bakalan, untuk itu terdapat tips dan trik khusus pada proses membedakan jenis kelamin Kenari bakalan.

Di antara tips dan trik tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Anda harus mengamati jarak mata dan garis paruh: cara ini cukup dengan memperhatikan jarak mata si Kenari bakalan yang berusia 2-4 bulan dengan garis paruhnya
  2. Anda harus melakukan “Perabaan” pada Kenari: menentukan jenis kelamin Kenari belia atau yang lebih dikenal dengan Kenari bakalan bukanlah sesuatu yang mudah jika hal itu dilakukan hanya dengan memperhatikan kloakanya saja. Kenapa? Karena di usia muda organ kelamin kenari belumlah matang, sehingga tidak tampak perbedaan signifikan antara Kenari jantan dan betina, berbeda dengan perbedaan yang terlihat ketika Kenari sudah pada usia dewasa.

Untuk mengetahui kelamin si Kenari bakalan ini, kita cukup meraba supit udang yang ada pada burung tersebut. Kemudian rasakanlah kerenggangan supit udang si Kenari bakalan, supit udang pada Kenari jantan lebih sempit jika dibandingkan dengan supit udang pada Kenari betina.

 

Itulah tips dan trik sederhana yang perlu anda lakukan saat ingin mengetahui jenis kelamin si “Imut” Kenari. Selanjutnya, saat Kenari yang anda inginkan sudah ditemukan, maka yang harus anda lakukan adalah memberikan perawatan “rutinan” atau setiap hari, yaitu:

  1. Memandikan si Kenari pada saat pagi dengan cara disemprot, kemudian di anginkan. Saat bulu-bulunya sudah kering, jemurlah si Kenari pada cahaya matahari dalam waktu dua sampai tiga jam.
  2. Sama seperti kita manusia, Kenari juga harus terhindar dari polusi, gantunglah si doi pada tempat yang teduh dan jauh dari asap serta angin yang kencang.
  3. Sebaiknya berikan pakan biji-bijian yang mengandung nutrisi, seperti canary seed, egg food, serta sayuran seperti daun sawi, tomat, wortel yang diparut, dan lain sebagainya.
  4. Jika ingin memberikan pakan tambahan, berikanlah buah-buahan segar seperti apel, pir, dan sebagainya.
  5. Berikanlah rangsangan pada Kenari agar ia rajin berbunyi, caranya mudah yaitu dengan memberikan daun mengkudu yang masih muda (pucuknya)
  6. Berikanlah jarak yang berjauhan pada saat menggantung sangkar, jika di rumah anda memelihara lebih dari satu burung Kenari. Karena Kenari akan jadi “pemalu” dan cenderung jarang berbunyi ketika melihat kenari lain.
  7. Sering-seringlah memperdengarkan rekaman dari bunyi Kenari lain.
  8. Agar Kenari bakalan anda cepat dewasa, bantulah dengan pemberian vitamin secara rutin.

Berikut ini adalah fase-fase Kenari dalam mengeluarkan bunyi atau suara kicauannya:

  1. Usia 1-3 bulan: Kenari mulai mengeluarkan suara “ciak-ciak” saja
  2. Usia 3-5 bulan: Kenari mulai mengeluarkan suara “ngerecek” pelan dan terkadang terdengar suara “ngeroll” yang pendek
  3. Usia 5-7 bulan: Kenari mulai mengeluarkan suara “ngeriwik” kasar dan sudah mulai belajar “ngeroll.”
  4. Usia 7-9 bulan: Kenari jantan mulai sering “ngeroll” walaupun suara ngerollnya masih terpotong-potong, sedangkan yang betina pada usia ini hanya cenderung mengeluarkan suara panggilan saja.
  5. Usia 9-12 bulan: Kenari jantan rajin ngeroll dan sesekali diselingi suara isiannya, sedangkan si betina mulai rajin mengeluarkan panggilan.
  6. Usia lebih dari 1 tahun: Kenari jantan sudah mulai gacor, sedangkan Kenari betina mulai mampu mengeluarkan suara ngeroll walapun hanya suara pendek. Di usia ini pulalah, si Kenari bisa mulai untuk ditangkarkan.

Selain dari segi pakan, perawatan Kenari juga harus diperhatikan dari segi lingkungan tempat ia tinggal. Menjaga kualitas lingkungan juga mempengaruhi dan menjadi penentu kualitas bunyi burung Kenari serta kuantitasnya. Lingkungan yang terlalu ramai bisa menjadi penyebab burung Kenari cepat stress, sebagai contoh bunyi klakson atau kenalpot kendaraan, selain itu berada terlalu dekat dengan jenis burung yang bersuara keras seperti burung kacer, cendet, murai batu atau poksay juga berpengaruh pada tingkat kenyamanan si Kenari. Hal yang sama juga akan terjadi (stress) jika lokasi disekitar Kenari kotor, berbau, dan dipenuhi asap pembakaran sampah ataupun asap kenalpot kendaraan.

Jadi jangan anggap remeh hal-hal kecil di atas yaa, jika anda ingin merawat si Imut Kenari. Rawatlah dengan benar Kenari bakalan anda, hindarkan dari penyebab stress yang akan mempengaruhi perkembangannya, hingga Kenari bakalan anda menjadi Kenari dewasa yang rajin berbunyi dengan kualitas suara yang bagus dan variatif. Semoga artikel ini bermanfaat bagi para pecinta burung, khususnya pecinta burung Kenari J.

 

Kenali Cara Perawatan Kenari Bakalan Anda | Admin | 4.5