Mengenal Burung Sirtu Sebelum Mulai Memeliharanya

vitaminburung

Tips Mengenal Burung Sirtu Sebelum Mulai Memeliharanya

Burung sirtu adalah burung yang memiliki postur tubuh yang mungil dan kerap kali menampakkan di antara dahan pepohonan namun sangat jarang hinggap dan turun hingga ke permukaan tanah. Burung yang juga disebut dengan nama cito, cipo ataupun sirpu ini memiliki suara kicau yang indah mengalun. Bisa dikatakan bahwa suara kicau burung sirtu ini memiliki ciri khas yang membedakan dari suara burung lain. Dengan berbagai keunggulan yang dimilikinya, tak salah jika banyak pecinta burung yang melirik burung sirtu ini sebagai peliharaan dan ajang keahlian memaster burung.

Mengetahui Karakter dan Ciri Burung Sirtu Agar tidak salah pilih YAHHH…!

burung sirtu

anakan sirtu

Dari bentuk fisik yang paling mudah diamati dari burung sirtu yang mirip dengan burung kacer mini alias decu ini adalah dari warna bulu. Burung decu memiliki warna bulu yang lebih gelap hingga kehitaman, sementara burung sirtu mempunyai variasi kelir warna putih di sekitaran sayap dan kombinasi warna kuning kehijauan.

Umumnya habitat burung sirtu ada di wilayah hutan tropis dengan sarang yang terletak di dahan pepohonan dengan ketinggian yang terbilang rendah. Burung in biasanya hidup di alam liar sepert di hutan. Burung sirtu tersebar tersebar di pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan hingga ke wilayah lain di Asia Tenggara. Burung sirtu termasuk dalam jenis burung yang hidup dalam koloniseperti halnya burung pleci dimana setiap burung memerlukan keberadaan burung lain agar mau berkicau. Karakter ini umumnya kemudian dimanfaatkan oleh para pemilik untuk melatih kicauan burung sirtu.

Sementara dari tampilan fisiknya, burung sirtu secara seklias juga tidak mudah dibedakan antara jantan dan betinanya. Cara untuk membedakan burung sirtu jantan atau betina harus dilakuakn melalui beberapa indikator seperti halnya warna bulu, bentuk tubuh dan suara yang dihasilkan. Umumnya burung sirtu betina dapat dikenali dari warna bulu yang nampak agak kusam. Selain itu, betina juga memiliki garis sayap yang kurang tegas. Pada bagian kepala, burung betina terlihat lebih kecil dengan bentuk tubuh yang pendek dan membulat dengan postur yang tidak tegap. Sementara dari segi suara, burung betina memiliki kicauan yang monoton. Untuk mendapatkan kicauan yang lebih merdu dan tampilan yang lebih menarik, tentu saja Anda sebaiknya memiliki sirtu jantan.

burung sirtu

burung sirtu sehat

Perawatan Harian untuk Burung Sirtu

Perawatan yang dilakukan untuk burung sirtu ini pada dasarnya tak teralu berbeda dengan perawatan burung kicau lain pada umumnya. Opsi perawatan burung sirtu ini bertujuan tak lain agar burung tersebut mau berkicau dengan lantang dan indah sepanjang hari. Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan dalam proses pemeliharaan sirtu ini, antara lain;

Sangkar yang Kondusif

Karena burung kicauan seperti halnya sirtu ini mudah sekali dikagetkan oleh bunyi-bunyian yang keras dan terjadi secara tiba-tiba, ada baiknya Anda meletakkan sangkar di lokasi yang aman dan tenang. Kondisi yang mengagetkan ini, jika terjadi secara berkepanjangan dapat memicu tingkat stres yang sehingga burung menjadi enggan berkicau. Yang perlu diketahui dari burung sirtu ini adalah cara tidur berbeda dari burung kicauan lain pada umumnya.

Pengembunan

Proses pengembunan dapat dilakukan di saat pagi buta selepas subuh atau mulai jam 5 pagi hingga jam 6 saat matahari mulai muncul. Yang perlu diperhatikan adalah, usahakan ketika kan memindahkan sangkar sirtu lakukan dengan lembut untuk menghidari sirtu yang sedang tidur menjadi kaget. Anda bisa coba membangunkan sirtu sebelum memindahkan sangkarnya agar ia lebih siap. Membangunkannya pun dapat dilakukan dengan mengetuk sangkar dengan perlahan dan berangsur lebih keras jika sirtu tak kunjung terjaga.

Pemandian

Setelah proses pengembunan selesai, Anda bisa menyiapkan sirtu dengan mendiamkannya di tempa teduh selama 30 menit sambil diberi makanan tambahan sebelum dimandikan. Mandikan dengan disemprot menggunakan spray lembut ataupun sesuai keinginan hingga burung terlihat lembab. Biasanya, pada masa awal, pemandian sirtu dilakukan menggunakan cara semprot. Setelah mulai terbiasa maka sirtu bisa dilatih untuk mulai mandi sendiri ke dalam keramba mandi yang telah disiapkan.

Penjemuran

Setelah proses mandi selesai, Anda bisa melanjutkan ke proses penjemuran di bawah sinar matahari pagi yang tidak terlalu panas menyengat. Lamanya waktu yng digunakan untuk penjemuran ini dapat disesuaikan dengan karakter masing-masing sirtu yang Anda pelihara. Yang perlu diingat adalah aktifitas penjemuran ini sebaiknya tidak dilakukan lewat jam 11 siang karena sinar matahari pada jam tersebut sudah mulai menyengat panasnya dan tidak menyehatkan lagi.

Setelah seleai proses penjemuran, lanjutkan dengan menangin-anginkan sirtu terlebih dahulu sebelum dibawa masuk ke dalam rumah. Diamkan selama 15 menit hingga setengah jam sebelum dikerodong atau dimasukkan dalam rumah. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan suhu yang dirasakan oleh sirtu tersebut. Penjemuran berikutnya dapat dilakukan lagi pada jam 4 sore hari namun dengan durasi yang lebih singkat setelah mandi sore. Dalam proses penjemuran ini, Anda dapat memberikan makanan tambahan pada sirtu.

Pakan

Seperti halnya burung berkicau lain pada umumnya, burung sirtu termasuk dalam jenis burung yang menyukai buah-buahan dan serangga kecil sebagai makanannya. Sebagai peliharaan Anda, ada banyak pilihan voer, makanan tambahan dan suplemen yang tersedia di pasar saat ini. Jika Anda mendapatkan sirtu hasil tangkapan dari alam liar yang biasa memakan serangga dan buah-buahan, maka Anda pelu melatih sirtu untuk bisa makan voer. Pelatihan tersebut dilakukan dengan memberikan voer sedikit demi sedikit atau menempatkan voer di bawah kroto.

Usahakan untuk memberikan voer yang memiliki bentuk lebih halus dan tak perlu diaduk. Pada iap minggunya, Anda bisa menambahkan porsi voer dan mengurangi porsi kroto. Namun demikian, Anda juga tidak dianjurkan untuk sepenuhnya memilih voer sebagai pakan. Sesekali Anda juga harus memberikan ulat atau jangkrik sebagai Extra Food. Setelah memasuki minggu kedua atau minggu ketiga, Anda pun sudah bisa melatih burung sirtu tersebut agar dapat membiasakan diri pada setting harian.

Dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pakan burung sirtu, Anda pun bisa menambahkan beberapa jenis obat-obatan dengan kandungan nutrisi yang lebih lengkap sebagai sumber multivitamin. Dengan adanya makanan-makanan yang dapat meningkatkan kebugaran sirtu ini maka burung menjad lebih siap ketika hendak dimaster ataupun dilatih dengan berbagai kebiasaan lainnya. Asupan protein hewani dari kroto, ulat maupun jangkrik tetap harus diberikan tiap harinya dalam porsi yang terkendali. Umumnya, pemberian kroto ini bertujuan untuk membantu merangsang sirtu agar mau berkicau lebih rajin dan gacor.

Istirahat

Perawatan selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah pproporsi istirahat untuk sirtu yang juga dapat menentukan kualitas kicauan. Setiap jam 4 sore, sebaiknya burung sirtu sudah diberi makan sore sebab pada jam 5:30 sirtu sudah harus dalam kondisi istirahat. Istirahat ini dilakukan dengan lebih optimal dengan memasangkan kerodong pada sangkar sirtu. Nah, selama durasi pengerodogan ini, umumnya orang akan melakukan mastering hingga pagi hari.

Demikianlah beberapa hal yang perlu diketahui sebelum mulai merawat burung sirtu. Perawatan tersebut harus dilakukan dengan penuh perhatian dan kesabaran agar mendapatkan hasil yang maksimal. Silakan Anda mencoba mengaplikasikan tips di atas untuk sirtu peliharaan Anda.

Mengenal Burung Sirtu Sebelum Mulai Memeliharanya | Admin | 4.5