Cara Ternak Anis Merah Bagi Pemula

Ternak Anis Merah || Cara ternak burung anis merah tidak jauh berbeda dengan cara ternak burung Anis Kembang. Kedua-duanya bisa diternak dengan dua metode yang berbeda yaitu, dengan sangkar gantung atau dengan membuat sangkar budidaya berupa sangkar tersusun (konvensional). Masing-masing metode memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri-sendiri akan tetapi, jika melihat hasilnya, maka kedua-duanya bisa memberikan hasil yang maksimal hanya apabila perawatan dan perhatian yang diberikan selama penangkaran dan reproduksi berlangsung baik.

anis merah, burung anis merah, gambar anis merah, gambar burung anis merah, ternak anis merah

via: www.kicauindah.com

Jika memiliki ruangan yang kecil atau tidak memiliki tempat yang cukup luas untuk beternak (budidaya Anis Kembang) sebaiknya Anda menggunakan metode sangkar gantung karena ini adalah pilihan yang paling efektif dan paling tepat. Anda juga tidak membutuhkan ruangan khusus untuk menempatkan sangkar tersebut selain harus memenuhi syarat berupa: bebas dari gangguan binatang atau predator, ditempatkan di tempat yang tenang, dan terlindung dari panas. Walau bagaimanapun, sangkar gantung sudah pasti banyak dipilih mengingat metode ini sangat fleksibel, baik penempatan maupun perawatannya.

Langkah-langkah penting cara ternak burung anis merah yang sebaiknya Anda ingat adalah:

Memilih induk burung anis merah
Memilih bibit (induk) anis merah yang terbaik adalah salah satu syarat apabila Anda menginginkan anak burung yang berkualitas. Syarat-syarat berikut ini sebaiknya dipenuhi ketika memilih induk burung anis merah yang akan diternak.

Kedua burung, baik jantan maupun betina, harus memiliki fisik yang sempurna alias tidak cacat.
Untuk burung jantan sebaiknya berusia antara 8 hingga 1 tahun. Sedangkan burung betina sebaiknya berusia diatas 1 tahun atau yang paling ideal adalah 1,5 tahun hingga 2 tahun.
Selain kondisi fisik yang harus bebas dari cacat, Anda juga sebaiknya memperhatikan suara kicauan burung jantan dan burung betina. Kicauan yang nyaring dan baik membuktikan bahwa burung tersebut adalah burung yang sempurna untuk dijadikan sebagai indukan.
Setelah memilih induk jantan dan betina, selanjutnya proses ternak burung anis merah harus dilanjutkan dengan menjodohkan kedua burung tersebut.

Menjodohkan burung anis merah
Pada umumnya, menjodohkan 2 burung dilakukan dengan cara menempatkan masing-masing burung pada buah sangkar yang berbeda. Sangkar yang dipilih sebaiknya yang berukuran sedang dan tidak terlalu besar. Setelah itu dekatkan kedua sangkar tersebut agar burung bisa saling mengenal. Proses perjodohan ini akan berlangsung selama beberapa hari, atau bisa juga berlangsung selama 1 minggu. Selama proses penjodohan, Anda bisa memperhatikan tingkah kedua burung. Jika burung sudah mulai saling menyukai satu sama lain, biasanya mereka akan mulai tampak sering berdekat-dekatan, atau mulai ada perhatian dari burung jantan kepada burung betina.

Jika kedua burung sudah mulai tampak akrab, barulah burung tersebut bisa di satukan di dalam sangkar yang sama. Selama proses penjodohan berlangsung, Anda memiliki kesempatan untuk membuat sangkar (sangkar) entah itu sangkar gantung atau sangkar budidaya seperti pada umumnya.

Mempersiapkan sangkar untuk ternak burung anis merah
Sangkar yang ideal untuk beternak burung anis merah berukuran 50 cm x 50 cm x 50 cm. Ini adalah ukuran minimal. Anda bisa membuat yang lebih besar dan lebih ideal jika memungkinkan. Beberapa hal yang perlu dipersiapkan ketika membuat sangkar untuk beternak diantaranya adalah:

Sangkar burung harus mudah untuk dibersihkan terutama bagian alasnya agar tidak mudah kotor dan berjamur.
Anda bisa mempersiapkan bahan-bahan sarang burung yang biasanya terdiri atas batok kelapa, bambu, anyaman rotan, sabut kelapa, jerami, atau daun cemara kering. Proses pembuatan sarang bisa Anda lakukan secara manual (membuat sendiri) atau bisa juga dengan mengandalkan burung tersebut. Yang perlu Anda lakukan jika ingin kedua burung melakukannya sendiri adalah dengan mempersiapkan bahan-bahan yang dibutuhkan dan tempatkan di dalam sangkar. Biasanya setelah kawin, burung akan segera membuat sarang sendiri .
Jangan lupa menempatkan bak air untuk tempat mandi, serta tempat makanan (cepuk).
Penempatan kandang atau sangkar bebas sesuai dengan tempat yang Anda miliki. Seperti yang telah diungkapkan sebelumnya, menggunakan sangkar gantung sangat fleksibel sehingga terasa lebih mudah. Anda bisa menempatkannya di ruang tamu, di dapur, atau di tempat-tempat yang lainnya. Selama sangkar tersebut aman dari predator atau gangguan maka hal tersebut oke-oke saja.

Teknik pemberian makan Anis Kembang selama diternak
Selama proses penjodohan agar burung mau kawin lebih cepat, makanan ekstra harus benar-benar diperhatikan. Makanan berupa voer hanya diberikan sekali saja sebagai makanan sekunder. Makanan utama sebaiknya berupa cacing tanah. Untuk makanan ekstra diberikan jangkrik di pagi dan sore hari. Jumlah jangkrik yang diberikan bisa antara 20 hingga 30 ekor hingga burung betina menghasilkan telur. Jika burung sudah bertelur, Anda bisa menurunkan jumlah pemberian makanan ekstra sesuai dengan kebutuhan. Sedangkan untuk kroto, sebaiknya disediakan 1 cepuk setiap hari.

Agar telur dan anakan (piyik) yang dihasilkan dari indukan tersebut berkualitas, ada baiknya Anda menambahkan makanan sekunder berupa buah apel, buah pepaya, atau buah pisang.

Perawatan selama beternak burung anis merah
Burung anis merah sangat menyukai tempat yang dingin. Sehingga, di pagi dan sore hari sebaiknya Anda menyemprot bagian bawah dari sangkar (kandang) agar terasa lebih lembab dan dingin. Burung juga sebaiknya dimandikan dua kali sehari di pagi dan sore hari (malam hari). Selain dengan cara menyemprot, anjuran dengan memberikan bak mandi juga bisa diterapkan. Burung juga perlu diangin-anginkan selama 30 menit hingga 1 jam di pagi dan sore hari sebelum dimandikan.

Merawat telur dan anak burung anis merah
Untuk menghasilkan telur yang berkualitas, biasanya pakan dan makanan extra yang dianjurkan untuk diberikan diatas sudah cukup. Akan tetapi jika Anda ingin berjaga-jaga dan ingin meningkatkan kualitas telur burung, Anda bisa memberikan vitamin extra berupa BirdMature (BMR) selama kurang lebih 1 minggu.

Setelah kawin, biasanya burung akan bertelur sebanyak 2 hingga 4 butir. Setelah burung bertelur Anda bisa tetap memberikan makanan ekstra berupa jangkrik misalnya 5 hingga 10 ekor di pagi dan sore hari. Telur akan dierami oleh induknya selama kurang lebih dua minggu hingga menetas.

Setelah telur menetas, cara terbaik untuk membesarkan piyik adalah dengan tetap menempatkan anak burung (piyik) bersama induknya hingga burung tersebut berusia satu atau dua bulan (baca: harga anis merah).

Cara Ternak Anis Merah Bagi Pemula | Admin | 4.5