Cara Ternak Burung Beo Bagi Pemula

Ternak Burung Beo || Burung beo memiliki nama asli tiong emas. nama latinnya adalah Gracula Religiosa. Alasan utama banyak orang menyukai burung ini untuk dipelihara atau dikembangbiakkan adalah karena kemampuan burung dalam menirukan berbagai suara termasuk juga ucapan manusia (simak: suara beo). Harga burung beo yang lumayan mahal serta penangkarannya dan perawatannya yang sulit adalah alasan mengapa masih banyak peternak yang belum melirik burung beo untuk dibudidayakan.

burung beo, beo, gambar beo, gambar burung beo, ternak burung beo

via: tabloidburung.com

Jika ingin mencari burung beo untuk diternak, Anda bisa mencari di pasaran, biasanya yang dijual adalah burung-burung muda. Walaupun masih muda, biasanya burung tersebut harganya sudah sangat tinggi (lihat: harga burung beo). Salah satu jenis burung yang banyak dipelihara adalah burung beo flores yang sering ditemukan di sekitar Alor, Pantar, Lombok, Sumbawa dan Sunda Kecil. Burung beo sendiri secara umum banyak ditemukan di beberapa negara Asia seperti di Cina, Malaysia, Indonesia, Filipina hingga India.

Mengenal beberapa jenis burung beo
Sebelum mulai mencari induk burung beo untuk diternak, ada baiknya Anda mengenal beberapa jenis burung beo terlebih dahulu agar lebih mudah dikembangbiakan. Sebisa mungkin belilah burung yang sejenis. Diantara jenis-jenis burung beo adalah:

Beo biasa atau yang dikenal dengan nama tiong emas,
Bio India,
Bio Srilanka,
Beo Nias, dan,
Beo Enggano.

Mencari induk dan menjodohkan burung beo
Induk burung beo yang akan diternak sebaiknya yang sudah siap bereproduksi. Untuk burung beo, usia minimal yang sudah memiliki alat reproduksi matang adalah, antara 10 hingga 12 bulan. Namun idealnya, burung jantan maupun betina yang berusia satu setengah tahun atau dua tahun adalah yang terbaik.

Dalam mencari induk burung, carilah induk burung yang sehat dan tidak terdapat cacat di tubuhnya. Ciri-ciri burung yang sehat adalah burung yang aktif makan, rajin berkicau, dan terlihat memiliki bulu yang bersih serta mengkilat.

Untuk menjodohkan burung apabila Anda membelinya secara terpisah, terlebih dahulu tempatkan masing-masing burung di sangkar yang berbeda. Kemudian dekatkan sangkar masing-masing burung setiap hari agar burung beo jantan betina dan jantan bisa mengenal dan menyukai satu sama lain.

Apabila sudah mulai saling mengenal dan menyukai satu sama lain, biasanya burung ini akan memunculkan beberapa tanda, salah satu tandanya adalah kedua burung sering berdekatan terutama pada saat malam hari ketika tidur.

Kandang penangkaran burung beo
Untuk menangkar burung beo, kita membutuhkan kandang yang berukuran cukup besar sekitar 1 m x 2 m x 2 m. Kandang tersebut harus dibuat sealami mungkin seperti habitat asli burung beo. Di dalam kandang Anda harus menyiapkan kolam tempat mandi berukuran cukup besar karena burung ini memang suka dengan air.

Untuk tempat bertelur dan berkembangbiak, di dalam kandang Anda juga harus menyiapkan kotak glodok, pinus kering, rumput kering, dan ranting-ranting sebagai bahan untuk membuat sarang. Kotak glodok tersebut setidaknya harus berukuran 30 cm x 30 cm x 50 cm terbuat dari kayu berbentuk persegi panjang. Sarang tersebut sebaiknya diletakkan di tempat yang sedikit agak tinggi. Di dalam kandang juga sebaiknya disediakan tempat bertengger untuk burung, bisa berupa ranting pohon atau batang besi yang bulat.

Merawat burung beo yang ditangkar
Agar burung ini bisa menghasilkan telur dan anakan yang bagus, maka kualitas pakan harus selalu dijaga. Keseimbangan nutrisi dan vitamin sangat diperlukan. Perawatan harian yang diberikan kepada burung beo diantaranya adalah:

Harus diberikan makanan berupa telur rebus setiap hari,
Di pagi dan sore hari berikan binatang-binatang kecil seperti jangkrik atau ulat hongkong,
Untuk makanan utama bisa diberikan adalah voer,
Sedangkan untuk makanan ekstra burung beo bisa diberikan tulang sotong yang sudah diparut,
Sebagai sumber vitamin, Anda bisa memberikan burung ini berbagai jenis buah-buahan seperti: buah pisang, semangka, paprika, papaya, pisang, hingga tomat.

Masa reproduksi dan cara merawat anak burung beo
Apabila berjodoh, burung ini akan bertelur sebanyak 3 atau 4 butir dan akan dierami selama kurang lebih 2 minggu. Selama mengeram, sebisa mungkin jauhkan gangguan, baik itu dari manusia atau hewan-hewan lainnya. Biasanya, telur akan dierami secara bergantian oleh induk betina maupun induk jantan. Selama mengeram, jangan lupa memasukkan daun-daun segar ke dalam kandang. Dedaunan tersebut akan dimanfaatkan oleh induk burung untuk meminimalisir parasit.

Jika sudah menetas, anak burung harus tetap dirawat oleh induknya hingga berusia 2 minggu. Setelah itu anak burung beo bisa dipanen dan diloloh sendiri. Walaupun masih kecil, burung ini sudah bisa dilatih berbicara atau diperdengarkan berbagai suara burung lain agar anak burung bisa lebih cepat meniru.

Cara Ternak Burung Beo Bagi Pemula | Admin | 4.5