Cara Ternak Burung Pelatuk Bagi Pemula

Ternak Burung Pelatuk || Seperti burung gereja, maksud penangkaran dan pengembangbiakan burung platuk adalah untuk dijadikan sebagai burung master. Burung pelatuk yang dikenal dalam istilah asing sebagai wood pecker karena memiliki kebiasaan mematuk batang pohon atau kayu dalam kecepatan tinggi. Burung ini sangat unik sehingga banyak pencinta burung yang sengaja memelihara burung pelatuk.

pelatuk, burung pelatuk, gambar pelatuk, gambar burung pelatuk, ternak burung pelatuk

via: www.niaobaike.com

Makanan burung pelatuk diantaranya adalah serangga dan larva. Akan tetapi, burung yang di tangkar dan yang ada pada peternak biasanya sudah dilatih untuk makan makanan yang lainnya. Burung pelatuk bisa dilatih makan voer, kroto, ulat hongkong, berbagai jenis serangga hingga jangkrik.

Salah satu jenis burung pelatuk yang banyak dipelihara dan dijadikan sebagai master adalah pelatuk ulam atau burung pelatuk besi. Alasan mengapa burung ini banyak dipilih adalah karena memiliki suara atau kicauan yang lebih tajam.

Mengenal burung pelatuk
Sebelum mulai menangkar atau membudidayakan burung pelatuk, ada baiknya Anda mengenal burung ini lebih dekat sehingga bisa merawatnya dengan cara yang lebih tepat. Burung pelatuk banyak ditemukan di kawasan Asia seperti di Cina, Indonesia, hingga beberapa negara lain. Di Indonesia sendiri, burung pelatuk banyak ditemukan di Pulau Bali, Pulau Jawa, Sumatera, hingga Kalimantan.

Burung ini menyukai tempat-tempat terbuka, sering terlihat di semak-semak, hutan bakau, dan bahkan di perkebunan kelapa.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, burung ini menyukai makanan seperti larva , dan beberapa jenis serangga. Namun, burung pelatuk juga terkadang memakan semut, kecoa, atau binatang kecil lainnya seperti kalajengking.

Cara ternak burung pelatuk
Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah mencari induk jantan dan betina. Burung jantan dan betina tidak sulit untuk dibedakan. Ciri-ciri burung jantan salah satunya adalah memiliki jambul berwarna merah. Jambul tersebut tidak ditemukan pada burung betina.

Saat mencari induk burung, pilihlah burung yang sehat kondisi fisik maupun mentalnya. Tanda-tanda burung yang bagus dan sehat adalah, memiliki bulu yang halus dan bersih serta rapi, tidak cacat, serta lincah, dan rajin makan.

Cara membuat kandang burung pelatuk
Setelah menemukan burung yang tepat yang akan dijadikan sebagai induk, selanjutnya Anda harus mempersiapkan kandang sebagai tempat untuk beternak burung pelatuk. Karena burung ini sangat suka mematuk, maka sebaiknya kandang tidak terbuat dari kayu atau dinding papan. Oleh karena itu, kandangnya sebaiknya terbuat dari besi. Ukuran kandang sebaiknya cukup besar minimal 1,5 m x 1 m x 2 m atau lebih besar Jika Anda memiliki tempat.

Beberapa hal yang perlu disediakan di dalam kandang diantaranya adalah pepohonan yang memiliki daun rindang, kayu atau batang pohon keras yang bisa dijadikan sebagai tempat mematuk, serta jangan lupa menyediakan batang pohon yang sudah dilubangi sebagai tempat bersarang. Batang pohon yang paling mudah untuk dilubangi adalah batang pohon kelapa.

Selain menggunakan batang pohon yang sudah dilubangi, sebenarnya untuk seorang Anda juga bisa menyediakan sebuah kotak berbentuk glodok. Tempat makan atau cepuk sebaiknya diletakkan didekat sarang.

Merawat burung pelatuk yang diternak
Selama proses reproduksi, sebisa mungkin minimalisir gangguan karena burung ini butuh ketenangan pada saat bereproduksi. Sedikit saran, agar burung jantan lebih mudah menarik perhatian burung betina, Anda dianjurkan untuk meletakkan lembaran logam seperti loyang kue yang bisa dimanfaatkan oleh burung jantan untuk merayu burung betina dengan menyuguhkan atraksi patukan (drumming) yang dapat membuat perhatian burung betina teralihkan.

Setelah burung jantan dan burung betina kawin, biasanya burung betina akan menghasilkan antara 2 hingga 4 butir telur yang akan dierami kurang dari 2 minggu. Selama mengerami, burung jantan bertugas untuk mencari makan bagi burung betina.

Jika sudah menetas, anak burung akan tetap dirawat oleh induknya hingga berusia 1 bulan. Setelah satu bulan, biasanya anak burung akan keluar dari sarang dan mulai belajar terbang (baca: harga burung pelatuk).

Cara Ternak Burung Pelatuk Bagi Pemula | Admin | 4.5