Cara Ternak Burung Perkutut Bagi Pemula

Ternak Burung Perkutut || Di Indonesia, burung perkutut adalah jenis burung yang paling banyak diminati dan paling banyak dibudidayakan serta dipelihara. Burung ini memiliki suara yang merdu dan sangat khas. Bagi Anda yang tertarik untuk menangkar atau ingin ternak burung perkutut, Anda bisa mengikuti panduan berikut ini.

perkutut, burung perkutut, gambar perkutut, gambar burung perkutut, ternak burung perkutut

via: www.vogelsbekijken.be

Cara berternak burung perkutut
Terlebih dahulu Anda bisa melatih diri untuk merawat burung perkutut dari kecil hingga dewasa. Anda bisa membeli anak burung perkutut dari peternak lainnya. Selama melakukan perawatan dan memelihara burung perkutut dari kecil hingga dewasa, Anda bisa mengetahui cara-cara dan kebiasaan serta suara yang keluar dari burung perkutut tersebut.

Untuk tahap awal, Anda dianjurkan untuk membeli anak perkutut (cepekan) yang berharga murah. Jika sudah tau caranya merawat anak burung hingga dewasa, Anda selanjutnya bisa membeli anak burung perkutut yang harganya sedikit lebih mahal atau yang mahal sekalian untuk dirawat dan dibesarkan sambil di dengarkan suaranya.

Setelah Anda bisa membedakan suara-suara burung perkutut berdasarkan jenis dan kualitasnya, selanjutnya Anda bisa menentukan jenis burung yang ingin Anda tangkar. Masing-masing perkutut memiliki bibit yang berbeda-beda sehingga menghasilkan suara yang juga kadang-kadang sedikit berbeda.

Anda harus tahu bahwa menurut para peternak, sebagian besar burung perkutut sangat dipengaruhi oleh gen yang di bawahnya. Burung perkutut yang bagus biasanya memiliki induk yang juga bagus dan berkualitas.

Mencari calon induk burung perkutut
Selanjutnya untuk beternak burung perkutut Anda harus mencari induk burung perkutut yang tepat yang sesuai dengan keinginan. Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah mencari calon induk yang berusia sekitar 4 bulan, baik jantan maupun betina untuk kemudian dijodohkan. Biasanya, burung perkutut sudah mulai bisa bereproduksi saat berusia antara 6 atau 7 bulan.

Jika ingin cepat menghasilkan telur dan anakan, sebaiknya pilihlah burung perkutut betina yang satu bulan lebih tua dibandingkan dengan burung jantan.

Jika Anda adalah pemula, Anda tidak dianjurkan untuk membeli burung yang terlalu tua karena biasanya sulit untuk dijodohkan dan cenderung lebih sering berkelahi.

Beberapa hal yang harus menjadi perhatian ketika membeli induk burung diantaranya adalah:

Suara burung mulai dari awalan, tengah-tengah, dan ujungnya harus bagus.
Irama yang dikeluarkan harus diperhatikan, apakah renggang, agak renggang, atau rapat?
Volume suara burung juga harus diperhatikan. Ada beberapa suara burung yang kadang serak-serak basah.
Syarat lainnya yang harus diperhatikan adalah, tubuh burung baik jantan maupun betina harus terlihat proporsional dan tidak ada cacat di bagian manapun.

Mempersiapkan kandang ternak untuk burung perkutut
Cara membuat kandang ternak untuk burung perkutut yang paling mudah adalah dengan menggunakan kawat. Ukuran kandang sangat bervariasi minimal berukuran 45 cm x 90 cm x 125 cm atau lebih besar. Walau demikian, membuat ukuran kandang yang lebih kecil tetap bisa dilakukan jika tempat yang Anda miliki sangat terbatas minimal 50 cm x 60 cm x 50 cm.

Lantainya bisa dibuat berpasir atau dibuat dari semen. Namun yang perlu diperhatikan adalah, kandang tersebut harus memiliki kelembaban yang cukup, terkena sinar matahari, dan berlokasi di tempat yang tidak terlalu panas.

Kandang yang ada di tempat aman adalah yang paling ideal. Beberapa orang cenderung menempatkan kandang burung di tempat yang tinggi agar jauh dari jangkauan kucing atau binatang-binatang yang suka mengganggu termasuk semut dan cicak.

Menempatkan kandang sebaiknya di tempat yang sering dilalui manusia agar burung tidak takut dan sering berada dekat dengan manusia.

Di dalam kandang hal-hal yang perlu dipersiapkan diantaranya adalah:

Wadah pakan bisa berbentuk kotak,
Wadah air minum.

Cara menjodohkan burung perkutut
Proses penjodohan burung perkutut bisa dilakukan dengan cara menempatkan kedua burung (jantan maupun betina) di tempat yang terpisah (sangkar) kemudian rajin-rajin didekatkan atau disandingkan selama satu hingga dua minggu. Setelah burung terlihat mulai tertarik satu sama lain yang ditandai dengan seringnya burung mengangguk-angguk atau sering berdekatan ketika malam, bisa jadi adalah tanda bahwa burung tersebut tertarik satu sama lain.

Setelah itu barulah kedua burung dimasukkan ke kandang ternak untuk disatukan, burung bisa diberikan makan kacang hijau yang sudah direndam hingga lunak, minyak ikan, vitamin B kompleks, dan vitamin E. Selain itu, di sore hari burung bisa dimandikan atau sedikit dibasahi badannya agar mau tidur berdekatan.

Merawat anak burung perkutut
Setelah burung bertelur dan menetas, anak burung perawatannya tetap bisa diberikan kepada induk burung selama kurang lebih 2 minggu. Setelah berusia 2 minggu anak burung bisa diberikan ring untuk ditandai. Setelah berusia satu setengah bulan, anak burung bisa dipisahkan dari induknya untuk di loloh sendiri dan dipelihara. Anda bisa menempatkannya anak burung 5 atau 8 ekor di sangkar berukuran 50 cm x 70 cm x 50 cm (baca: harga burung perkutut).

Cara Ternak Burung Perkutut Bagi Pemula | Admin | 4.5