Cara Ternak Burung Rambatan (Munguk Beledu) Bagi Pemula

Ternak Burung Rambatan || Burung rambatan dikenal juga dengan nama Velvet-fronted Nuthatch dalam istilah asing, nama latinnya adalah Sitta Frontalis. Ini adalah burung kecil berukuran sebesar burung kutilang. Sering dijadikan sebagai master untuk beberapa jenis burung kicau seperti anis kembang, anis merah, love bird, burung cendet, murai batu, hingga burung kenari.

burung rambatan, rambatan, gambar rambatan, gambar burung rambatan, ternak burung rambatan

via: www.kicaumania.or.id

Burung ini memiliki suara kicauan yang nyaring, tajam, tegas, dan keras. Alasan itulah yang membuat banyak pencinta burung atau peternak yang sengaja memelihara burung rambatan untuk dijadikan sebagai master.

Kicauan burung rambatan sering dibanding-bandingkan dengan burung cililin. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Burung cililin memiliki kicauan yang nyaring namun tidak terlalu tajam. Sebaliknya, burung rambatan kicauannya sangat tajam walaupun volume yang dihasilkan tidak sebaik burung cililin. Bagi Anda yang tertarik untuk berternak burung rambatan, berikut adalah caranya.

Mengenal burung rambatan
Burung rambatan kadang-kadang disebut juga burung munguk beledu. Burung ini banyak dijumpai terbang berkelompok antara 4 hingga 6 burung. Sering terlihat memanjat pohon secara vertikal seolah-olah sedang merambat sehingga banyak orang menjulukinya dengan nama burung rambatan. <br><br>
Perawatan burung ini tidak terlalu sulit karena burung rambatan sangat mudah beradaptasi dengan berbagai lingkungan.

Ukuran burung rambatan dewasa kurang lebih 12 cm. Burung ini banyak ditemukan di Pulau Jawa, Sumatra dan Kalimantan. Sedangkan di luar negeri, burung rambatan banyak ditemukan di sekitar beberapa negara Asia Tenggara seperti negara Filipina dan Semenanjung Malaysia.

Mencari induk burung rambatan
Induk burung yang akan diternak harus memenuhi beberapa saran, seperti:

Burung jantan maupun betina, kedua-duanya harus memiliki fisik yang baik tanpa cacat.
Burung jantan dan betina harus sudah dewasa.

Membedakan antara burung jantan dan betina tidak terlalu sulit. Perbedaan burung rambatan jantan dan betina diantaranya adalah:

Burung jantan memiliki alis di sekitar mata berwarna hitam .
Sebaliknya, burung betina tidak memiliki alis di sekitar mata.
Bulu burung jantan lebih mengkilat dan lebih terang dibandingkan dengan burung betina.
Saat masih anakan, burung ini sangat sulit untuk dibedakan. Biasanya, burung rambatan bisa dibedakan setelah berusia di atas 1 bulan.

Menjodohkan burung rambatan
Jika membeli burung rambatan dewasa untuk dijadikan sebagai indukan, burung tersebut terlebih dahulu harus melalui proses penjodohan sebelum dimasukkan ke kandang penangkaran. Untuk menjodohkan burung jantan dan betina, terlebih dahulu bisa ditempatkan di sangkar yang berbeda kemudian diletakkan secara berdekatan agar kedua burung bisa saling mengenal dan beradaptasi.

Setelah burung terlihat mulai tertarik satu sama lain, selanjutnya burung tersebut bisa dimasukkan ke dalam sangkar untuk dibudidayakan.

Mempersiapkan sangkar budidaya burung rambatan
Sangkar budidaya burung rambatan tidak harus besar. Namun yang perlu diperhatikan saat membudidayakan burung rambatan adalah persiapan sarang sebagai tempat untuk bertelur.

Di habitat aslinya, burung ini membuat sarang pada pohon-pohon yang berlubang, biasanya pada pohon cave. Sarang tersebut terdiri atas bulu-bulu induk jantan yang besar maupun yang masih halus. Sarang tersebut umumnya berada di ketinggian 3 hingga 7 meter. Namun untuk kandang ternak, sarang sebaiknya diletakkan di bagian pojok atas bagian belakang bentuk sarang burung ini seperti mangkuk.

Di dalam kandang kami sediakan juga batang kayu atau ranting-ranting dengan kemiringan tertentu sebagai media untuk memanjat (merambat) seperti yang sering dilakukan di alam liar.

Perawatan
Selama diternak, burung bisa diberikan makanan berupa serangga-serangga kecil seperti belalang, ular, jangkrik, kroto dan voer yang sudah dihaluskan dan dicampur dengan ulat hongkong, ulat kandang, jangkrik, atau extra food yang lainnya.

Induk burung yang berjodoh biasanya akan menghasilkan telur antara 3 hingga 6 butir. Telur tersebut akan dierami oleh induk betina hingga menetas. Setelah telur menetas, perawatan anak burung bisa tetap diberikan kepada induknya hingga berusia 3 minggu. Setelah itu, anak burung bisa dipanen atau dipisahkan dari induknya.

Cara Ternak Burung Rambatan (Munguk Beledu) Bagi Pemula | Admin | 4.5