Cara Ternak Cendet Bagi Pemula

Ternak Cendet || Burung cendet dikenal juga dengan nama burung pentet adalah salah satu burung kicau yang cukup digemari karena suaranya yang bagus dan kepandaiannya dalam menirukan berbagai suara burung lain (simak: suara cendet). Sehingga apabila di master, burung ini bisa menyuarakan berbagai suara burung lain tersebut. Diantara suara burung yang bisa dijadikan master burung pentet adalah: burung cucak jenggot, cililin, lovebird, jalak suren, pelatuk, burung cucak gadung, burung gereja, burung rembetan, dan masih banyak yang lainnya.

ternak cendet, burung cendet, gambar cendet, gambar burung cendet, cendet

via: ciriburung.com

Burung cendet dikenal juga sebagai burung predator, burung ini bersifat agresif dan garang. Burung cendet termasuk burung yang mudha diternak, karena burung ini bukanlah burung manja yang pilih-pilih pakan. Pakannya yang mudah didapatkan di pasar  dan di toko pakan burung. Jika Anda tertarik untuk berternak burung cendet, cara-cara berikut ini bisa Anda coba.

Memilih indukan burung cendet
Langkah pertama untuk beternak cendet adalah dengan mencari induk yang dewasa baik jantan maupun betina. Untuk burung jantan, setidaknya harus berusia 1,5 tahun. Sedangkan untuk burung betina minimal berusia 1 tahun.

Baik burung jantan maupun burung betina, kedua-duanya harus bebas dari cacat dan memiliki suara yang bagus. Karena apabila Anda memiliki induk burung yang bagus, maka kemungkinan besar anaknya pun akan berkualitas. Tentu indukan cendet yang bagus harganya pun sesuai dengan kualitasnya (lihat: harga burung cendet).

Cara membedakan antara burung cendet jantan dan betina sebenarnya tidak terlalu sulit. Ada beberapa ciri burung cendet jantan yang membedakannya dengan burung betina. Diantaranya adalah: Burung jantan memiliki kepala yang agak ceper atau datar, kemudian memiliki bulu yang cenderung lebih bagus dan lebih mengkilat dibandingkan dengan burung betina.

Mempersiapkan sangkar atau kandang tempat berternak
Sangkar burung yang akan digunakan untuk budidaya sebaiknya yang berukuran besar. Namun sebelum dimasukkan ke dalam satu sangkar, kedua burung, jantan maupun burung betina, sebaiknya diperkenalkan terlebih dahulu dengan cara ditempatkan di sangkar yang terpisah kemudian didekatkan.

Apabila burung jantan dan burung betina tersebut sudah mulai mengenal satu sama lain (akrab) maka barulah Anda bisa menempatkan kedua burung tersebut didalam sangkar yang sama.

Di dalam sangkar untuk budidaya (ternak) sebaiknya disediakan cepuk sebagai tempat untuk makan dan minum, kemudian jangan lupa menempatkan rumput-rumput kering yang akan digunakan untuk membuat sarang. Beberapa peternak juga ada yang menyarankan untuk menyiapkan pohon perdu serta tempurung kelapa sebagai tempat bagi burung untuk meletakkan sarangnya.

Perawatan dan pemberian makan
Selama masa reproduksi, perawatan dan pemberian makan harus benar-benar diperhatikan. Selain itu, kebersihan kandang juga tidak boleh dilupakan. Agar lebih cepat bertelur dan agar birahi burung cendet bisa naik, Anda bisa memberikan makanan (extra food) berupa jangkrik 50 ekor per hari. Jangkrik tersebut bisa diberikan secara bertahap sebanyak 5 kali dalam sehari. Kemudian Anda juga bisa memberikan ulat hongkong atau ulat kandang sebagai selingan. Kroto tetap bisa diberikan kepada burung.

Selama berternak burung cendet, burung juga tetap harus dimandikan atau bisa juga dengan menyediakan kolam di dasar kandang. Air minum untuk burung juga harus diganti setiap hari. Agar kualitas anak burung yang dihasilkan bagus, Anda juga bisa memberikannya multivitamin yang bisa didapatkan di toko-toko burung.

Proses pengeraman dan pemeliharaan anak burung
Setelah burung kawin, biasanya dalam waktu beberapa hari burung betina akan segera bertelur. Biasanya jumlah telur burung ini tidak lebih dari 6 butir. Minimal jumlah telurnya 2 butir. Jumlah telur yang dihasilkan sangat tergantung dari usia dan kematangan burung betina.

Selama proses mengeram, sebaiknya burung tidak sering diganggu dan tempatkan di tempat yang tenang. Lama waktu mengeram yang dibutuhkan hingga menetas biasanya 2 minggu.

Selama burung mengerami telur, burung-burung tersebut harus tetap diberikan makanan berupa jangkrik, ulat hongkong, atau makanan yang lain seperti belalang dan cacing. Porsinya tentu saja tidak sebanyak saat burung belum bertelur.

Jika anak burung sudah menetas, perawatan tetap bisa diberikan kepada induk burung. Anak burung bisa dipisahkan dari induknya jika sudah berusia 1 bulan.

Cara Ternak Cendet Bagi Pemula | Admin | 4.5