Cara Ternak Murai Batu Bagi Pemula

Ternak Murai Batu || Burung murai batu banyak ditemukan di Asia Selatan, Semenanjung Malaysia, dan termasuk juga di Indonesia. Burung ini memiliki nama Latin copsychus malabaricus yang masuk ke dalam keluarga muscicapidae. Ciri-ciri fisiknya memiliki panjang sekitar 22 hingga 27 cm dari ujung paruh hingga ujung ekor. Beratnya rata-rata sekitar 56 gram.

murai batu, burung murai batu, gambar murai batu, gambar burung murai batu, ternak murai batu

via: www.budidayakenari.com

Ciri-ciri burung murai batu jantan diantaranya adalah:

Warna bulunya hitam mengkilat.
Ukuran tubuhnya jauh lebih besar dibandingkan dengan burung betina.
Terdapat bulu berwarn coklat di bagian dada.
Memiliki bulu yang lebih tebal dan ekor yang lebih panjang dibandingkan dengan burung betina.
Ukuran paruh juga lebih tebal dan lebih panjang.
Suara kicauan burung jantan sangat bervariasi dan lebih keras.

Sebaliknya, burung murai batu betina memiliki ciri-ciri:

Bodinya lebih kecil dibandingkan dengan burung jantan.
Ekor pendek.
Memiliki kepala berukuran kecil.
Bulu di bagian dada berwarna coklat muda.
Warna bulu di bodinya terlihat tidak mengkilat.
Memiliki paruh yang lebih kecil dan lebih pendek.
Kicauannya tidak nyaring dan terdengar monoton.
Bagi Anda yang berniat untuk ternak burung murai batu, Anda bisa mengikuti panduan berikut ini.

Cara ternak burung murai batu
Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah memilih calon induk burung jantan dan betina yang berkualitas bagus agar anak yang dihasilkan juga bagus. Beberapa syarat berikut ini sebaiknya diikuti diantaranya adalah:

Murai batu betina sebaiknya sudah dewasa minimal berusia 1 tahun. Sedangkan murai batu yang berusia 2 tahun adalah yang paling ideal untuk dijadikan sebagai induk.
Sedangkan untuk burung jantan setidaknya harus berusia 2 tahun.
Baik burung jantan maupun burung betina kedua-duanya harus memiliki body yang bebas dari cacat dan memiliki mental yang bagus.
Burung harus terlihat berisi dan gemuk (tidak terlalu kurus).

Cara menjodohkan burung murai batu
Jika sudah mendapatkan induk burung jantan dan betina yang di inginkan, selanjutnya Anda bisa menjodohkan burung tersebut terlebih dahulu sebelum dimasukkan kedalam kandang ternak. Cara menjodohkan burung murai batu sebenarnya tidak terlalu sulit. Salah satu caranya adalah dengan menempatkan masing-masing burung di sangkar terpisah kemudian didekatkan atau bisa juga dengan menempatkan burung betina di dalam kandang ternak yang sudah disediakan kemudian dekatkan sangkar burung jantan agar burung bisa mengenal satu sama lain.

Selama proses penjodohan, pemberian makanan extra sebaiknya dilakukan dengan memberikan jangkrik kurang lebih 10 ekor setiap hari agar birahi kedua burung bisa naik sehingga lebih mudah tertarik satu sama lain.

Mempersiapkan kandang ternak burung murai batu
Kandang ternak untuk burung murai batu minimal berukuran 80 cm x 80 cm x 150 cm atau lebih besar jika Anda memiliki tempat dan dana. Kandang tersebut bisa dibuat dari kawat ram atau bisa juga dengan menggunakan triplek sebagai tembok.

Tempatkan kandang tersebut di tempat yang aman tidak banyak dilalui oleh orang dan di tempat yang lumayan tenang. Di dalam kandang harus disediakan tanggeran, sarang sebagai tempat untuk bertelur, serta cepuk tempat makan dan keramba tempat mandi. Kandang ternak murai batu harus diberikan atap namun sebisa mungkin letakkan di tempat yang kira-kira matahari bisa masuk.

Perawatan murai batu
Selama dibudidayakan, burung murai batu harus diberikan makanan yang banyak mengandung vitamin dan nutrisi agar menghasilkan telur yang baik dan anakan yang sehat. Diantara makanan-makanan yang bisa diberikan untuk burung murai batu selama di dalam penangkaran adalah:

Voer.
Jangkrik.
Ulat hongkong.
Semut rangrang.
Kroto.

Cara merawat anak burung murai batu ala
Setelah burung betina bertelur dan mengeram kemudian menetas, anak murai batu tetap bisa di rawat oleh induknya hingga berusia kurang lebih 2 minggu sebelum diambil dan diloloh dengan menggunakan kroto dan campuran voer yang terlebih dahulu diencerkan dengan menggunakan air hangat (baca: harga murai batu).

Cara Ternak Murai Batu Bagi Pemula | Admin | 4.5